banner 728x250

Terkuak fakta Kapolres Pariaman antisipasi Hoax dan Scammer melalui WhatsApp: Berujung dirinya diserang Pemberitaan

Kolase, dari kiri: Mako Polda Sumbar dan AKBP Andreanaldo Ademi. (Foto: Diolah dari berbagai sumber)
banner 468x60

Pariaman – Militer Post | AKBP Andreanaldo Ademi, SH, S.IK selaku Kapolres Kota Pariaman, tampaknya akhir-akhir ini diserang secara membabi-buta oleh media massa di Wilayah Hukum (Wilkum), yang ia pimpin tersebut. Hal itu bermula, ketika sebuah nomor WhatsApp meneruskan link pemberitaan ke nomornya (Andreanaldo Ademi.red) , Tanggal 13 Agustus 2025 kemarin.

 

Example 300x600

Kepada Militer Post,  baru-baru ini, Andreanaldo Ademi mengaku heran, sebab penerus link berita itu, tidak terlebih dahulu mengenalkan identitasnya, sehingga ia dapat menanggapi apa yang akan dikonfirmasi secara proporsional dan profesional.

 

Menurutnya, saat ini sangat banyak modus dan tindak-tanduk perbuatan penipuan dan kejahatan siber melalui saluran media sosial, salah-satunya scammer.

 

Untuk diketahui, scammer adalah pelaku penipuan, individu, kelompok, atau perusahaan yang melakukan tindakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi secara tidak sah, biasanya berupa uang atau informasi pribadi dari korban.

 

Mereka beroperasi dengan memanipulasi kepercayaan atau emosi korban melalui berbagai media seperti internet, telepon, atau media sosial, sering kali menggunakan taktik rekayasa sosial dan teknologi canggih untuk meyakinkan korban.

 

“Nomor tidak dikenal masuk. Tanpa memperkenalkan diri, terus kirimkan link. Nah, modus penipuan sekarang sering banyak terjadi begituan. Kalau di klik link, maka data kita akan tersedot. Jadi saya tidak klik link, maka saya jawab itu wartawan bodong,” beber Andreanaldo Ademi, Sabtu (24/8/2025).

 

Andreanaldo Ademi juga menuturkan, sangat tidak mungkin dirinya tidak akan memberikan penjelasan, terkait kapasitasnya sebagai Kapolres Pariaman, jika ia dikonfirmasi sesuai kaedah dan mengetahui dengan siapa ia berkomunikasi melalui WhatsApp tersebut.

 

Tetapi, setelah chat WhatsApp itu terjadi, beberapa hari setelah itu, pemberitaan-pemberitaan terhadap dirinya muncul secara masif dan terkesan adanya ‘itikad buruk untuk menjatuh kariernya sebagai kapolres.

 

Dari beberapa sumber, bahwa apa yang dilakukan oleh Kapolres Pariaman tersebut, sebenarnya adalah tindakan untuk mengantisipasi dan menghindari dampak perbuatan hoax.

 

Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk menantisipasi hoax adalah dengan memverifikasi sumber informasi dengan memeriksa kredibilitas situs atau akun.

 

Kemudian, analisis konten dengan hati-hati pada judul dan gaya bahasa yang provokatif, cek keaslian gambar/video, bandingkan dengan sumber terpercaya, serta jangan mudah menyebarkan informasi sebelum yakin kebenarannya. (Delta Team)

banner 325x300

Responses (2)

  1. Mantap pak kapolres.. memang harus hati nge klik link2 dari sumber tidak terpercaya. Sudah jamannya sekarang kesalah pahaman terjadi walaupun tindakan polisi sudah benar , wartawan yang profesional gak minta-minta uang kepejabat supaya dapat doping bulanan. Oknum eartawan bodrek itu memang biasa ngejapri pju lalu minta imbalan uang. Abaikan saja pak klo mereka kerja buat masyarakat ngapain ngemis2 ke pejabat. Gak perlu juga ngirim2 link dan menyerang personal karena gak ditanggapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *