banner 728x250

Mulai terkuak: Kerusuhan Aksi Agustus 2025 ada peranan Miliarder Yahudi?

  • Share
Kolase, dari kiri: Riza Chalid dan George Soros. (Foto: Diolah dari berbagai sumber)
banner 468x60

Jakarta – Militer Post | Militer Post mengamati aksi yang meletus di Indonesia, baru-baru ini, mulai dari bilangan Senayan (DPR RI), hingga beberapa daerah lainnya di Indonesia. Awalnya, aksi tersebut dipicu oleh beberapa isu; diantaranya tentang tunjangan rumah anggota DPR RI, mendorong disahkannya Undang-Undang Perampasan Asset, serta lain-lain sebagainya.

 

Example 300x600

Durasi aksi cukup lama, mulai dari tanggal 25 Agustus 2025 hingga 2 September 2025. Aksi yang awalnya landai dan biasa-biasa saja, akhirnya berujung ricuh, yang juga memunculkan perbuatan tidak etis dari beberapa peserta aksi, yang tidak sesuai dengan kebebasan berpendapat, dengan melakukan; pembakaran, pengurasakan dan penjarahan.

 

Rangkuman Militer Post, korban dari pihak aksi pun berjatuhan, setidaknya muncul nama Affan Kurniawan, seorang driver Ojok Online (Ojol) yang dilindas oleh kendaraan taktis Brimob dan beberapa korban lainnya. Sementara, dari pihak petugas pengamanan aksi, juga terdapat beberapa orang korban luka ringan maupun berat.

Baca juga: Jangan lupa: Kekacauan Indonesia 2025, Akhir Desember 2024 sudah Diprediksi Dewa!

Beberapa hal yang janggal, mulai menuai pertanyaan, diantaranya adalah terkait siapa aktor/ dalang dan/ atau mungkin sutradara dari kericuhan massa aksi yang tidak terkendali tersebut.

 

Militer Post mulai mencari beberapa referensi dan berdiskusi dengan beberapa pihak. Awalnya muncul nama Riza Chalid, seorang pengusaha asal Indonesia dengan berbagai bidang usaha dari ritel mode, kebun sawit, jus, hingga minyak bumi.

 

Ia dituding tidak senang dan dendam, karena anaknya yang bernama Muhammad Kerry Adrianto, tersandung kasus korupsi. Riza Khalid diyakini mampu untuk mensponsori kericuhan itu dan bisa jadi bentuk pembalasannya, karena dirinya dan anaknya ‘ditampar’ dengan kasus hukum, yang barang tentu juga mengganggu kestabilan usaha-usahanya itu.


Muncul nama George Soros?

Namun, yang tidak kalah menariknya adalah dengan munculnya nama George Soros. Ia merupakan seorang miliader Yahudi dan salah satu investor keuangan paling terkenal dan filantropis di dunia. Menghasilkan kekayaannya melalui spekulasi keuangan yang cerdik, ia telah menghabiskan miliaran uangnya sendiri untuk mendanai proyek-proyek hak asasi manusia dan usaha-usaha demokrasi liberal di seluruh dunia.

 

Menurut Giuliano, sebagaimana yang dilansir Republika, bahwa hal itu adalah terkait dengan fokus Indo-Pasifik baru-baru ini di tengah ketegangan seperti konflik Kamboja-Thailand, yang mengisyaratkan motif geopolitik.

 

Hal itu dikaitkan, open society foundations milik George Soros, yang aktif sejak tahun 1990-an dengan lebih dari 8 miliar atau sekitar Rp 131 triliun di seluruh dunia dan mendukung kelompok-kelompok seperti TIFA, yang mungkin juga berkontribusi.

 

Masih sumber yang sama, “Dari sudut pandang imperialisme Barat, semua ini menjadi sasaran empuk bagi Indonesia, target yang sangat layak untuk diserang dengan revolusi warna yang direkayasa Barat,” kata pendiri Seek Truth From Facts Foundation, Jeff J. Brown.

 

Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedelapan di dunia dalam hal PPP, ekonomi terbesar di ASEAN, dan negara terpadat keempat di dunia. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa. (Berbagai sumber)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *