banner 728x250

Tambang Ilegal Makin ‘Menggila’ Malam ini di Sijunjung, Hampir Belasan Media Serang Pemred Militer Post

  • Share
Ekskavator yang diduga kuat milik Anja, sedang melakukan aktivitas PETI di Ranah, Tanjung Ampalu, Sijunjung, Kamis (6/11/2025) malam. (Foto: Delta Team)
banner 468x60

Tj. Ampalu – Militer Post | Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, makin ‘menggila’ dan beroperasi leluasa, hingga Kamis (6/11/2025) malam.

 

Example 300x600

Bunyi mesin ekskavator, meraung-raung menggali tanah, ketika sumber/ informan Militer Post langsung memantau dilapangan. Alat berat PETI penggali emas ilegal itu, disinyalir masih milik Anja alias Sanja dan alias Danja, salah-seorang pelaku PETI di Sijunjung.

Baca: Sijunjung Menyala! Tambang Emas Beroperasi Malam ini, APH Berani Tindak?

Militer Post kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada Anja, melalui saluran WhatsAppnya, tidak berapa lama foto dan video terbaru diperoleh dari lapangan, malam ini. Namun, ia tidak memberikan tanggapan sama sekali, alias bungkam.

Sebelumnya, Militer Post tanggal 31 Oktober 2025, sudah melakukan konfirmasi kepada AKBP Willian Harbensyah, S.IK, MH selaku Kapolres Sijunjung, terkait Penegakan Hukum (Gakkum) tambang ilegal di daerah itu, namun ia memilih bungkam pula, hingga saat ini.

Baca juga: Kapolres Sijunjung Diduga Kangkangi Perintah Presiden Prabowo, Polda Sumbar tidak Bergeming?

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, belum lama ini, sudah menegaskan; komitmennya untuk menindak tegas praktik penambangan ilegal di tanah air. Ia menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, siapapun pihak yang terlibat kegiatan terlarang tersebut.


Belasan Media Serang Pemred Militer Post, Diduga Dikerahkan?

Resiko dalam menjalankan tugas jurnalistik dan upaya pembungkaman ‘Kebebasan Pers’ terjadi kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) Militer Post. Seorang wartawan bernama Wandre, yang diduga kuat pembeking tambang di Sijunjung, merealisasikan ancaman serangannya, bahwa akan mencari kesalahan lain Pemred Militer dan memberitakannya di media, agar jera dan tidak lagi memberitakan PETI di Sijunjung.

Baca lagi: Seperti Mafia Kartel Meksiko! Wandre Oknum Wartawan Pembeking Tambang Sijunjung Ancam ‘Serang’ Pemred Militer Post

Sejak dini hari, Kamis (6/11/2025), beberapa media melakukan konfirmasi kepada Pemred Militer Post dan hingga malam ini bermunculan hampir belasan dan sangat mungkin puluhan media yang memberitakan Pemred Militer Post, tanpa ada dasar yang jelas, yakni kepastian hukum dari permasalahan yang dikonfirmasi dan masih berbentuk isu.

 

Media-media yang diduga kuat dikerahkan oleh oknum wartawan itu, yang telah berhasil diinventarisir dan telah memberitakan Pemred Militer Post, adalah sebagai berikut:

  1. laksamana.id (sedang proses permintaan/ pengajuan Hak Jawab dan pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri).
  2. eraindependen.com
  3. denbagus.co
  4. saibernews.com
  5. redynews.com
  6. ekpossumbar.com
  7. lensakita.co.id
  8. zonamerah.co
  9. cakrawala.co

 

Oknum wartawan itu sepertinya ingin memastikan kalimat ancamannya kepada Pemred Militer Post, dengan mengatakan; “Ambo kalau ndak dduak kasus nan ambo giriang ko bisuak, ambo tuka sarawa ambo jo rok!!! (Indonesia: Saya kalau tidak duduk kasus yang saya giring ini besok, saya tukar celana dengan rok!!!),” ungkap Wandre, Rabu (29/10/2025) lalu dan hal itu terbukti dengan serangan beberapa media kepada Pemred Militer Post, saat ini.

Screenshot kalimat bernada ancaman dari oknum Wandre kepada Pemred Militer Post, kesal dengan pemberitaan tambang ilegal di Kabupaten Sijunjung. (Foto: Red MP)

Sebagian Media Kuansing, Bupatinya Pernah Komplain dengan Sijunjung

Anehnya, sebagian media online yang memberitakan Pemred Militer Post berasal dari rekan-rekan media di Provinsi Riau dan parahnya dari Kuansing. Press release pemberitaan Pemred Militer Post itu diduga disebarkan di salah-satu group WhatsApp yang berisikan para awak media di Kuansing.

 

Dilain sisi, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, pernah meminta agar di Sijunjung tidak lagi dilakukan aktivitas PETI emas. Hal itu sempat diberitakan dibeberapa media, salah-satu diantaranya media online www.riauin.com, yang berjudul: Bupati Kuansing Ancam Bendung Sungai Kuantan, Minta Sumbar Hentikan PETI.

 

Tetapi, beberapa media tersebut tidak menyadari, bahwa terduga oknum wartawan bernama Wandre menggiring memberitakan Pemred Militer Post, adalah berhubungan erat dengan pemberitaan tambang yang gencar dilakukan oleh Militer Post, akhir-akhir ini.

 

Kondisi itu sangat miris sekali, hari ini media tidak lagi mendalami sebuah objek pemberitaan; sumber-sumber asli; pro justicia dan kepastian hukum; serta sudut pandang atau angle sebuah pemberitaan.

 

Seakan tanpa sadar, media-media tersebut telah tergiring pada ‘pembunuhan karakter’ Pemred Militer Post, yang saat ini sedang konsentrasi tinggi membongkar praktik tambang ilegal di Sijunjung, yang endingnya dilakukan Gakkum dan pemerintah setempat dapat fokus mengurus Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di daerah itu. Sehingga, ke depannya dapat terkendalinya dampak lingkungan dan terhambatnya permainan oknum-oknum tertentu, untuk memperkaya diri mereka masing-masing dari PETI tersebut. (Delta Team)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *