banner 728x250

Investigasi: Huntap Kabupaten Konut Sesuai Spek dan Harus Dihuni Segera!

  • Share
Penampakan Huntap di Kabupaten Konut, yang sangat elegan, dengan pengawasan ketat BPBD Konut. (Foto: Militer Post)
banner 468x60

Sultra – Militer Post | Sebanyak 51 unit Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), langsung dilakukan tinjauan lapangan oleh Redaksi Militer Post, Jum’at – Sabtu (12-13/12/2025) kemarin.

 

Example 300x600

Proyek Huntap yang dikerjakan oleh PT. Sakura Makmur Lestari itu tersebar pada 4 titik di 3 kecamatan di Konut, yakni: Kecamatan Asera, Landawe dan Wiwirano. Total anggaran Huntap itu adalah sebesar Rp. 3.237.848.699, dengan Nomor Kontrak: 082/SPK-TENDER/BPBD/XI/2024 dan dikerjakan selama 240 hari kalender sejak tanggal 1 November – 28 Juni 2025 lalu.

 

Pantauan Militer Post dilapangan, setiap unit Huntap tampak sangat layak untuk ditempati dan setelah dilakukan konfirmasi langsung kepada pihak terkait dengan proyek tersebut, semuanya sudah sesuai spesifikasi (spek).

 

Militer Post memiliki beberapa rincian catatan lapangan terkait Huntap tersebut, yakni:

Desa Tapuwatu (Kecamatan Asera)

Di desa ini Huntap yang dibangun adalah sebanyak 16 Unit. Bangunan tampak pula sudah mulai dihuni dan dilakukan penambahan bangunan oleh penerima manfaat. Keluhannya, dinding bagian dalam tidak diplester. Terkait dinding itu, Militer Post langsung melakukan pengechekan spek, ternyata memang tidak dianggarkan, tetapi dinding bagian luar licin dan dengan cat yang elegan.

Huntap yang dibangun di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra. (Foto: Militer Post)

Kelurahan Asera (Kecamatan Asera)

Pada kelurahan ini, Huntap yang dibangun sebanyak 20 unit. Untuk bangunan, sama persis dengan di Desa Asera. Hanya saja, terlihat tanah tempat dibangunnya Huntap terdapat retakan aliran air dan perlu dilakukan penanganan lanjutan.

 

Setelah ditanyakan kepada pihak terkait dilapangan, area pembangunan Huntap dipilih oleh pihak kelurahan dan masyarakat setempat. Kemudian dilakukan survei oleh pihak konsultan serta instansi terkait dan kelayakannya dianggap lebih baik, dibandingkan area lainnya di daerah itu.

Huntap yang dibangun di Kelurahan Asera, Kecamatan Asera, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra. (Foto: Militer Post)

Desa Landiwo (Kecamatan Landawe)  

Di desa ini dibangun sebanyak 11 unit Huntap. Pantauan dilapangan, tanahnya yang kuat dan views yang bagus, membuat Huntap ini cukup nyaman untuk ditempati.

Huntap yang dibangun di Desa Landiwo, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra, dengan views yang eksotis. (Foto: Militer Post)

Kelurahan Lamonae (Kecamatan Wiwirano)

Pada kelurahan ini, Huntap yang dibangun adalah sebanyak 4 unit. Tanah dan area Huntap, tampak kuat dan kokoh.

Huntap yang dibangun di Kelurahan Lamonae, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra. (Foto: Militer Post)

Sementara itu, dari investigasi Militer Post, terdapat beberapa catatan penting yang perlu diketahui oleh publik Konut, atau Sultra secara umum, terkait Huntap itu, yakni sebagai berikut:

  1. Ditegaskan, pengerjaan plester dalam pada bangunan Huntap, memang tidak dianggarkan. Karena, render bagian dalam pada pengerjaan finishing dinding, memang tidak ada pada RAB (Rencana Anggaran Biaya).
  2. Bagian pengecatan dinding luar, dengan standar DOMUS/ sistem pembangunan rumah permanen instan inovatif.
  3. Tidak ditemukannya retakan yang signifikan pada Huntap di tiga kecamatan Konut. Kecuali, kontur tanah yang merekah pada Huntap Kelurahan Asera, yang dapat berpotensi berdampak pada bangunan, jika tidak segera diperhatikan.
  4. Beberapa instalasi air, tampak sudah copot. Menurut informasi, setelah dipasang, memang beberapa pipa instalasi air mulai hilang satu persatu, belum diketahui apa penyebabnya.
  5. Huntap sangat layak ditempati dan tentunya pihak pemerintahan setempat, dapat mengakomodir penerima manfaat Huntap yang sudah tercatat sebelumnya. Sebaik dan sekuat apapun bangunan, akan tidak bertahan lama kekokohannya, jika tidak dihuni.

 

Teranyar, Ns. Muh. Aidin, S.Kep, MM selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konut, mengapresiasi tindakan investigasi langsung Militer Post ke lapangan, Minggu (14/12/2025).

 

Ia berharap, jangan lagi ada penggiringan opini dan fitnah tanpa dasar yang jelas dan sangat terkesan mendiskriminasi dirinya, akhir-akhir ini. Iapun segera akan menyurati pemerintah setempat (desa/kelurahan/kecamatan), agar mengakomodir penerima manfaat untuk segera menempati Huntap itu, sembari melengkapi kekurangan pada hunian, seperti; air dan listrik. (Delta Team)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *