banner 728x250

Seperti Mafia Kartel Meksiko! Wandre Oknum Wartawan Pembeking Tambang Sijunjung Ancam ‘Serang’ Pemred Militer Post

  • Share
Wandre, oknum yang mengancam Pemred Militer Post. (Foto: Persada Post)
banner 468x60

Sijunjung – Militer Post | Setelah terbit pemberitaan Militer Post yang berjudul: Sijunjung Menyala! Tambang Emas Beroperasi Malam ini, APH Berani Tindak?, seorang oknum wartawan bernama Wandre memberikan ancaman ‘serangan’ kepada pribadi Pemimpin Redaksi (Pemred) Militer Post via chat WhatsApp , Rabu (29/10/2025) malam, dengan pemberitaan untuk menjelekkan dan menggiring opini.

 

Example 300x600

Ia berusaha mencari isu pribadi Pemred Militer Post dan berjanji akan memberitakan pada Kamis siang, Tanggal 30 Oktober 2025. Hal itu adalah bentuk kekesalannya, karena pemberitaan yang mengungkap tambang emas ilegal atau Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) di Sijunjung, yang diduga kuat ia beking/ backup selama ini.

 

Kini saling investigasi lo lah kito lai (Indonesia: Sekarang saling investigasi kita lagi). Kalau tidak ndak bisa badamai (berdamai) dan manjago (menjaga) komitmen. Data ambo (saya) tentang penipuan penerimaan Polri di Dharmasraya alah (sudah) 95% pulo (pula). Sudah siap tayang lo bisuak (besok) siang,” ungkap Wandre, Rabu (29/10/2025), dengan nada mengancam Pemred Militer Post, kesal pemberitaan tambang ilegal di Sijunjung diberitakan oleh Militer Post.

Screnshoot ancaman Wandre kepada Pemred Militer Post, setelah terbitnya berita tambang ilegal Sijunjung di Militer Post. (Foto: Dok MP)

Ancaman Wandre tersebut, sama halnya suasana konflik kartel narkoba di Meksiko, ketika pemerintah memerangi kartel dan mengurangi kekerasan terkait narkoba. Di negara itu sering kali melibatkan kekerasan brutal, dan sering kali melibatkan sekutu di negara lain. Seiring waktu, organisasi kriminal yang lebih terstruktur dan terorganisir mulai terbentuk.

 

Maka, dari upaya pengancaman secara daring/ melalui chat WhatsApp itu, dapat diduga kuat, bahwa PETI di Sijunjung sudah terstruktur dan dibeking oleh banyak pihak.

 

Hal itu tentunya seakan menentang intruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan; komitmennya untuk menindak tegas praktik penambangan ilegal di tanah air. Ia menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, siapapun pihak yang terlibat kegiatan terlarang tersebut.

 

Tetapi, dengan adanya oknum wartawan yang sangat berani tersebut, seakan tidak mau diusik pengungkapan PETI di Sijunjung, menandakan penertiban tambang ilegal, akan sangat mustahil dilakukan di Sumatera Barat. (Delta Team)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *