Moskow – Militer Post | “Dalam rangka kunjungan kenegaraan resmi Indonesia di Rusia (Istana Konstantinovsky, St. Petersburg – Federasi Rusia, 19 Juni 2025), saya berkesempatan bertemu dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia, Yang Mulia Vladimir Putin,” ungkap Jenderal (HOR) (P) H. Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia (RI), Sabtu (20/6/2025), melalui kanal media sosial facebook-nya, sebagaimana yang dikutip Militer Post.
Kata Prabowo, hubungan diplomatik yang telah terjalin erat selama 75 tahun menjadi fondasi kuat untuk terus memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.
Dalam diskusi yang produktif, kata Prabowo lagi, RI berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang investasi, perdagangan, pertanian, dan pendidikan.
“Saya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia dalam keanggotaan BRICS serta peningkatan akses perdagangan bebas melalui Eurasian Economic Union. Kemitraan ini saya harapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membawa kemajuan bagi kedua negara,” imbuhnya.
“Setelah pertemuan, kami saling bertukar cendera mata sebagai tanda penghormatan dan persahabatan, di mana Presiden Vladimir Putin memberikan saya buku berjudul Kepemimpinan Militer dalam Bahasa Rusia.
Perang: Zinonis Israel vs Iran
Disaat pertemuan Prabowo Subianto dan Putin, saat ini Israel dan Iran saling tembak alias berperang sejak hari Jumat (20/6/2025) kemarin. Setidaknya, perang kedua negara itu sudah terjadi selama seminggu, hingga saat ini.
Hal tersebut membuat situasi semakian tidak kondusif di Arab. Banyak sumber menyebutkan, perang itu dipicu oleh ulah Israel yang terlebih dahulu menyerang Iran tanpa alasan, dan mengakibatkan beberapa petinggi militer Iran tewas, serta beberapa diantaranya warga sipil.
Namun, beberapa pengamat berpendapat, tindakan Israel itu sangat ceroboh. Sehingga, tidak menunggu lama, Iran akhirnya memberikan serangan balasan dan tampak kerusakan yang amat serius saat ini dibeberapa kota di Israel, karena hantaman rudal yang ditembakkan Iran sejak Jum’at tersebut,” tutup Prabowo.
Sekutu Israel (AS), Ikut atau Tidak?
Kepada Iran, Presiden Amerika (AS) Donald Trump beberapa kali mengeluarkan pernyataan-pernyataan ancaman kepada Iran. Beberapa pengamat militer berbagai negara juga menyayangkan pernyataan itu dan bisa berakibat buruk terhadap AS sendiri, jika ikutan ceroboh sebagaimana yang dilakukan Israel.
Parahnya lagi, beberapa warga AS, menolak Trump menyeret-nyeret AS berperang dengan Iran, hanya karena membela Zionis Israel. Disinggung, sebagaimana yang dilansir CNBC Indonesia, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, bahwa Trump memberi tahu para pembantunya; ia menyetujui rencana serangan (ke Iran). Tetapi menunda untuk melihat apakah Iran akan menghentikan program nuklirnya.
Sementara itu, masih sumber yang sama, Rusia; sekutu Iran, mengatakan, bahwa setiap tindakan militer AS akan menjadi langkah yang sangat berbahaya. Parahnya lagi, kelompok pro-Iran di Irak mengancam akan melakukan serangan balasan.
Di sisi lain, puluhan pesawat militer AS tidak lagi terlihat di pangkalan AS di Qatar pada hari Kamis kemarin. Ini berdasarkan citra satelit dan disebut sebagai langkah yang mungkin untuk melindungi personil AS dari potensi serangan Iran. (Red MP)


















