banner 728x250

Ditengah Perang dengan ‘AI’, Warga di Iran Masih Ngopi Santai

  • Share
Ilustrasi ngopi santai dan backgroud bendera serta rudal Iran. (Foto: Diolah dari berbagai sumber)
banner 468x60

Teheran – Militer Post | Ekslasi perang antara Iran VS Amerika Serikat – Israel (AI) hingga saat ini masih terus meningkat dan saling balas serangan. Namun, ditengah kondisi itu, ternyata menurut laporan faktual dari Tengku Zulkifli Usman, seorang analis geopolitik, bahwa di Iran kondisi masih dapat dikatakan stabil dan warganya masih sempat-sempatnya ngopi santai, tanpa merasa terancam.

 

Example 300x600

“Kondisi Iran seperti yang dilaporkan oleh wartawan CNN dibawah ini. Dia sendiri masih santai dan bisa ngopi. Iran tenang, aman, tidak ada kepanikan, kekacauan, tidak ada demonstrasi. Gak perlu baju anti peluru,” ungkap Tengku Zulkifli Usman di beranda facebooknya, Jum’at (6/3/2026).

 

“Toko toko masih banyak yang buka, masyarakat tidak stop beraktifitas, tidak ada desak desakan di dalam bunker, dan tidak ada ketakutan berlebihan. Israel memang menyerang Iran secara sporadis, sama seperti kelakuan mereka di Gaza, Israel dan AS membidik rakyat sipil, sekolah, dan orang tak berdosa. Saya sendiri masih melakukan kontak langsung dengan beberapa teman saya di Iran yang merupakan asli orang Iran,” imbuhnya.

 

“Komunikasi masih berjalan lancar walaupun tidak secara intensif. Ada teman dosen, pengamat, dan pebisnis disana. Informasinya kondisi Iran secara keseluruhan tenang dan masih under control. Yang berperang all out adalah tentara dan IRGC. Masyarakat memberikan dukungan penuh dan kuat untuk angkatan bersenjata mereka,” bebernya.

 

Lebih lanjut Tengku Zulkifli Usman mengupas, bahwa Rakyat Iran banyak yang berkata, AS dan Israel tidak akan bisa menundukkan mereka.

 

“Bangsa Iran bangsa yang kuat, matilah AS! matilah Israel!,” seru rakyat Iran, sebagaimana yang ditulis oleh Tengku Zulkifli Usman.

 

Ia juga mengatakan, keinginan AS dan Israel yang menginginkan regime change di Iran semakin jauh dari harapan. Iran dalam perang kali ini hanya membutuhkan survive dan tegak sebagai negara berdaulat.

 

“Karena jika Iran tegak dan AS gagal melakukan perubahan rezim dan menggulingkan pemerintahan, maka pasca perang ini Iran akan semakin kuat dan akan jauh berbeda. Jika Iran bisa keluar dari perang ini dengan baik tanpa ada pendudukan AS dan Israel, maka akan lahir Iran baru dengan ideologi yang baru yang jauh lebih kokoh,” tegasnya.

 

“AS dan Israel, jika gagal dalam perang kali ini, gagal menumbangkan Republik Islam Iran. Maka mereka semakin kecil kemungkinan bisa menggangu Iran lagi dimasa mendatang. Iran jika sukses bertahan kali ini dan pemerintahan nya tidak tumbang, maka peluang Iran menjadi negara nuklir hanya soal waktu. Karena doktrin nuklir Iran pasca perang kali akan totally berubah dari sebelumnya,” pungkasnya. (DT303)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *