Muaro Sijunjung – Militer Post | AKBP Willian Harbensyah, S.IK, MH, Kapolres Sijunjung, bungkam, ketika dikonfirmasi Militer Post pada tanggal 31 Oktober 2025, mulai pukul 17.19 – 20.56 WIB, melalui saluran WhatsApp-nya, terkait adanya dugaan Penambangan Tanpa Izin (PETI) emas di Tanjung Ampalu, Kecamatan VII Koto, tidak berapa jauh dari ruas jalan Lintas Sumatera.
Kendati sudah dilakukannya beberapa kontak jaringan yang terhubungan dengan (Kapolres Sijunjung.red), ia juga tidak bergeming sama sekali, dari konfirmasi tersebut.
Tindakan AKBP Willian Harbensyah itu, diduga kuat telah mengangkangi intruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menegaskan; komitmennya untuk menindak tegas praktik penambangan ilegal di tanah air. Ia menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, siapapun pihak yang terlibat kegiatan terlarang tersebut.
Ironinya lagi, jaringan komunikasi yang terhubung ke Militer Post menyebutkan, bahwa setelah pemberitaan Militer Post yang berjudul (Klik): Sijunjung Menyala! Tambang Emas Beroperasi Malam ini, APH Berani Tindak?, penambang ilegal itu dikabarkan sudah meninggalkan lokasi penambangannya.
Namun, setelah dilakukan investigasi ulang oleh Delta Team Militer Post, ternyata informasi tersebut tidak benar. Sebab, Anja alias Sanja alias Danja, pelaku penambang di Tanjung Ampalu itu, masih beroperasi hingga hari ini, Sabtu (1/11/2025).
Belum tahu, kekuatan seperti apa, yang membuat Kapolres Sijunjung tidak bergeming sama sekali, sehingga dirinya terkesan sangat ketakutan menindak tambang ilegal di Wilayah Hukum (Wilkum) yang dipimpinnya itu. Maka, suatu hal yang patut dipertanyakan terkait integritas, ketegasan dan kepemimpinan AKBP Willian Harbensyah sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) di daerah itu. (Delta Team)


















