M Armawi Koto, atau yang akrab disapa Dewa, seorang tokoh budaya asal Minang dan ahli spritual, pada Tanggal 31 Desember 2024 pernah mengeluarkan prediksi, yang lupa menjadi perhatian banyak orang dan seyogiyanya dapat menjadi pedoman, jika mau direnungi.
Statemen Dewa itu, akhirnya terjadi satu-persatu dan tampaknya sulit untuk terbantahkan. Hal itu terbukti dari pemberitaan Militer Post, yang berjudul (klik)> Prediksi Dewa: Tahun 2025 Akan Terjadi Keadaan yang Luar Biasa, Perbaiki Diri Segera.
“Ya, untuk semua kalangan, agama dan ras. Tentunya sesuai dengan tuntunan hidup mereka masing-masing. Memperbaiki diri, adalah sebuah keharusan, tidak perlu menunggu momentum, sebenarnya. Tetapi, untuk Tahun 2025 ini, beberapa kejadian luar biasa akan terjadi, bisa terjadi untuk siapa saja, negara apa saja dan dimana saja,” ungkap Dewa, Selasa (31/12/2025), Pukul 12.30 WIB, di Jakarta, dalam prediksinya itu.
Beberapa kejadian luar biasa di dunia sudah menunjukan bukti dari prediksi tersebut, diantaranya:
- Pada tanggal 13 Juni 2025, Iran dan Israel memulai memulai perang dan mengakibatkan ‘turbulensi’ politik dunia, yang juga menyeret Amerika Serikat. Pantauan Militer Post, perang kedua negara ini, hampir saja memicu Perang Dunia III, namun dapat direduksi hingga saat ini dan masih berkisar pada upaya diplomasi beberapa negara di dunia dan malah mengarah pada dorongan agar Israel mengakhiri genosida di Gaza.
- Dalam negeri, lembaga politik Indonesia (DPR RI) menghadapi gelombang protes dari berbagai elemen, dengan dimulainya demonstrasi sejak Tanggal 25 Agustus 2025, hingga saat ini. Demonstrasi itu, bukan hanya berupa aksi orasi saja, tetapi sudah mengarah kepada tindakan anarkis, dengan pembakaran beberapa Fasilitas Umum (Fasum) di DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, kekacauan tersebut menyasar kantor-kantor dan pos polisi, serta penjarahan rumah-rumah para pejabat negara seperti; Ahmad Sahroni (anggota DPR RI), Uya Kuya (anggota DPR RI), Nafa Urbach (anggota DPR RI), Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan percobaan di kediaman Puan Maharani (Ketua DPR RI).
Dua kejadian dunia-dalam negeri (Indonesia) tersebut, jangan-jangan baru hanya puncak gunung es saja. Tentunya, para analis dan pengamat politik Indonesia, dapat memberikan penyengaran dan masukan-masukan positif kepada Pemerintahan Indonesia, agar melakukan upaya Risk Reduction Disaster (RRD).
Lebih lanjut, hal itu tentunya dapat dimaknai dari kata-kata Dewa, yakni ‘perbaiki diri segera’. Dimana, menurut Dewa, Presiden RI Prabowo Subianto harus melakukan langkah-langkah bijak, untuk meredam ‘badai massa’ yang saat ini sudah makin tidak terkendali.
“Khusus di Indonesia, menyikapi polemik hukum dan politik saat ini, jika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, tidak benar-benar mengendalikan keadaan dengan bijak, gelombang protes rakyat akan tidak terbendung dan dapat mengganggu kenyamanan dan kondusifitas jalannya roda pemerintahan,” beber Dewa, masih dalam artikel itu. (*)
*). Oleh: Rico AU (Pemred MILITER POST)
Hotline: 0811 64 000 77


















