Sultra – Militer Post | Pengerjaan Hunian Tetap (Huntap) Kabupaten Konawe Utara (Konut) – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pasca banjir terjadi di daerah itu belum lama ini, telah rampung pada tanggal 11 Maret 2025. Pengerjaan proyek itu dilaksanakan oleh PT. Sakura Makmur Lestari.
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan, atau yang biasa disebut sebagai PHO (Provisional Hand Over), ditanda-tangani oleh NS. Muh. Aidin, S.Kep, MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan yang juga selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Konut dan dari pihak PT. Sakura Makmur Lestari ditanda-tangani oleh Krisna Dewanti selaku General Manager.
Untuk diketahui, proyek Huntap yang dikerjakan oleh PT. Sakura Makmur Lestari itu tersebar pada 4 titik di 3 kecamatan di Konut, yakni: Kecamatan Asera, Landawe dan Wiwirano. Total anggaran Huntap itu adalah sebesar Rp. 3.237.848.699, dengan Nomor Kontrak: 082/SPK-TENDER/BPBD/XI/2024 dan dikerjakan selama 240 hari kalender sejak tanggal 1 November – 28 Juni 2025 lalu.
Namun, tidak berapa lama proyek tersebut rampung dikerjakan, daerah itu kembali dilanda bencana. Sehingga, Bupati Kabupaten Konut harus mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 221 Tahun 2025, Tanggal 2 April 2025 tentang Penetapan Perpanjangan Status Siaga Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung di Kabupaten Konut.
Penyebab SK itu dikeluarkan adalah berdasarkan keadaan dilapangan bencana yang terus mengancam dan diperkuat dengan data BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Tanggal 19 Maret 2025, perihal peringatan dini cuaca di daerah itu, yang mengakibat terjadinya kembali banjir, tanah longsor dan angin puting beliung, sehingga diperlukan penanganan darurat.
Alhasil, kondisi itu juga mengakibat sedikitnya mempengaruhi Huntap yang sudah dibangun, namun tidak berdampak signifikan. Dan, kondisi terakhir yang terpantau dari investigasi Militer Post, sebagian Huntap masih dalam kondisi layak dan sesuai dengan spek pengerjaan yang seharusnya.
Baca>> Investigasi: Huntap Kabupaten Konut Sesuai Spek dan Harus Dihuni Segera!
“Jadi ya, tidak berapa lama Huntap (2025) selesai dibangun, Kabupaten Konawe Utara kembali dilanda bencana. Memang terjadi beberapa keadaan yang diluar prediksi, termasuk longsor dan angin yang kencang. Jadi, saat PHO, Huntap tersebut bisa dikatakan sesuai dengan spesifikasi, tapi banjir, longsor dan angin kembali menerpa, yang barang tentu berdampak pula kepada perumahan (Huntap) yang kita bangun. Tetapi, karena posisinya sudah bisa dikatakan aman dan Huntap dikerjakan sesuai standar, tidak terlalu signifikan lah dampak tersebut,” ujar Muh. Aidin, belum lama ini, kepada Militer Post.
“Lalu, ada pula akhir-akhir ini pihak yang menuding Huntap tidak sesuai spek dan terdapat kerusakan, serta berbagai macam tuduhan lainnya lah, saya rasa itu tidak benar sekali. Mereka tidak melihat rangkaian secara keseluruhan dan bagaimana keadaan yang sesungguhnya. Makanya, kepada pihak yang menuding itu, saya jawab dengan tegas, agar mereka menunggu hasil audit Tahun 2026 besok, agar tidak ada fitnah kemudian hari, yang dapat merusak nama baik saya, juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara,” bebernya.
Lebih lanjut Muh. Aidin menyayangkan, jika ada pihak-pihak yang terkesan mencari kesalahan terkait proyek Huntap tersebut, tanpa melakukan penelusuran yang komprehensif dan kredibel.
“Jadi, keadaan yang sesungguhnya: sejak PHO (11 Maret 2025), kemudian delapan hari setelah itu (19 Maret 2025) bencana terus melanda Konawe Utara. Alam tentu tidak dapat kita prediksi, termasuk dampak-dampaknya. Kalau mau chek pengerjaan Huntap, harus ditelusuri spesifikasi, pengerjaan dari awal hingga keadaan faktual akhir pengerjaannya. Itu baru benar,” pungkas Muh. Aidin. (Red PP)


















