Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), yang merupakan peralatan utama dan sistem senjata yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melaksanakan tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara, harus segera menjadi perhatian serius Pemerintah Republik Indonesia (RI).
Untuk diketahui, Alutsista meliputi berbagai jenis peralatan, mulai dari senjata, kendaraan tempur, pesawat, kapal perang, hingga sistem pertahanan canggih lainnya.
Perhatian tersebut, tentunya bukan hanya bersifat konsumtif dan berpikir untuk impor dari negara produsen saja. Akan tetapi, setidaknya RI sudah mulai berfokus pada produksi besar-besaran dan dilakukan oleh serta di negara sendiri; RI.
Hal ini mengingat dan melihat sendiri fakta di depan mata; ketika Israel menyerang Palestina, kehancuran besar tidak terhindari dan perlawanan dari Hamas hanya cenderung dapat dilakukan secara konvensial, dengan Alutsista yang terbatas. Hasilnya yang memang cukup, tetapi tidak terlalu signifikan.
Berbeda dengan Iran, ketika Israel menyerang Iran, kemudian dibalas dengan bombardir yang epic dari Iran, Israel mengalami kerusakan yang cukup parah dibeberapa kotanya, sudah kurang lebih 7 hari lama hingga saat ini.
Sehingga, Israel dan termasuk sekutunya Amerika Serikat (AS), tidak bisa memandang Iran sebelah mata-mata. Sebab, gempuran Iran terhadap Israel memang tidak main-main.
Dan, mereka (Iran.red) tenang sekali menghadapi Israel. Seraya pemimpin tertinggi-nya, selalu berkata-kata dihadapan publik dengan penuh hikmah, tanpa adanya kesan takut sama sekali dengan Israel dan AS.
Baca> Israel – Iran Berkecamuk, Prabowo bertemu Putin di Rusia?
Dikutip dari Inews, Indonesia hanya memiliki 5 produsen senjata saja, yakni: PT Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Lundin Industry Invest dan PT. Sari Bahari.
Namun, jika melihat kondisi terkini, ekslasi perang terbuka di dunia, sudah tidak didominasi lagi di darat dan konvensional sebagaimana zaman dulu, tentara versus tentara dan perang gerilya dengan senjata tangan.
Memang, kita tidak mengharapkan terjadinya Perang Dunia III (PD III). Tetapi, mengantisipasi hal tersebut kemungkinan akan terjadi, dengan melihat kondisi kekinian, Indonesia harus benar-benar dalam keadaan siap dan militer Indonesia, dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI), tidak kebingungan menghadapi kondisi yang terjadi nantinya, secara tiba-tiba; kapanpun waktunya.
Salah-satu jalannya, produksi rudal dan beberapa Alutsista canggih lainnya, harus dilakukan Indonesia. Ada dua langkah yang mungkin dapat dilakukan: pertama, perusahaan-perusahaan produsen Alutsista di Indonesia harus meningkatkan volume dan kualitas produksinya. Atau, kedua, RI harus menciptakan perusahaan baru dengan pendanaan yang super besar, untuk memproduksi Alutsista skala besar dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. (*)
*). Oleh: Rico Adi Utama (Rico AU)
Pemred Militer Post










