MUNGKIN tidak terlalu banyak perbedaan, semarak momentum Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-79 dengan ke-78 dan beberapa tahun sebelumnya pula.
Setiap acara puncak; 5 Oktober, dipastikan akan ada peringatan rutin, seremonial dan selebrasi serta atraksi keterampilan para prajurit TNI dari unsur 3 Matra; TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut), TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat) dan TNI AU (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara).
Tetapi, pada Bulan Oktober 2024 kali ini, dua momentum menjadi sangat penting; yakni HUT TNI ke-79 dan dilantiknya Prabowo Subianto menjadi Presiden RI ke-8. Dan, Ia berasal dari unsur TNI (ketiga setelah Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono) dan bertahun-tahun menjadi hot issue sebagai Jenderal TNI yang dituding bersalah pada aksi Tahun 1998. Saat itu Prabowo berpangkat Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto dan menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Kebenaran akan mencari jalannya sendiri. Begitu kata bijak yang akan dihubungkan dengan keadaan Prabowo Subianto. Pasca aksi 1998, Prabowo harus menjadi orang yang terasingkan. Sebagai Pangkostrad, dirinya dituduh memberikan perintah untuk menculik massa aksi dan menghilangkan mereka tanpa jejak.
Tuduhan itu tidak ia tepis. Ia lebih memilih diam dan cukup menyelamatkan dirinya, serta menjalani kehidupan dengan bisnisnya sendiri.
Iapun banting stir. Setelah dirasa memiliki modal yang cukup, iapun lantas kemudian mendirikan partai, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Singkat cerita, beberapa periode Pemilu (Pemilihan Umum) belakangan, Gerindra berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi partai yang besar dan ikut menentukan arah Republik Indonesia dari periode ke periode.
Walau sudah menjadi partai besar, Prabowo Subianto ternyata memiliki mimpi yang terkubur dan akhirnya diangkat kembali oleh Joko Widodo, yakni mimpi menjadi Jenderal TNI bintang empat.
Seakan-akan, Joko Widodo mengetahui mimpi itu, dan menganggap Prabowo layak dan pantas menerima bintang keempatnya di TNI. Dan, Prabowo pun dianugerahi pangkat Jenderal TNI (HOR).
Sepertinya, Joko Widodo tahu betul, ketika Prabowo dilantik pada Tanggal 20 Oktober 2024 besok, ia akan membawahi Panglima TNI, Kepala Staf TNI di tiga matra dan termasuk Kapolri, yang kesemuanya adalah para pimpinan militer berpangkat bintang 4. Itu artinya, Prabowo harus pula bintang 4.
Benar-benar Joko Widodo, telah menciptakan keseimbangan alam, dengan anugerah pangkat kepada Jenderal TNI (HOR) Prabowo Subianto. Sehingga, ketika Prabowo memimpin Republik Indonesia lima tahun kedepan, hormat para jenderal TNI maupun Polri, tidak canggung lagi.
Dan, terakhir: karena Prabowo berasal dari TNI, bukan sipil, maka kelak peta politik Indonesia dari sisi kekuatan, bisa jadi akan mulai merasakan aroma ‘hijau’ loreng diberbagai sudut kebijakan dan langkah-langkah strategis politik lainnya. Semoga, HUT TNI ke-79 ini, adalah benar-benar pertanda menuju Indonesia Emas hendaknya. (*)
*). Tajuk Rencana, oleh: Rico AU Dato Panglima/ Pemimpin Redaksi Militer Post











Response (1)