Jakarta Timur – Militer Post | Penerangan adalah ujung tombak TNI (Tentara Nasional Indonesia) di ‘mata’ publik. Hal itu tentunya berhubungan dengan citra TNI yang selama ini dianggap sangat positif oleh Rakyat Indonesia.
Maka dari itu, publikasi dan/ atau berita yang dilansir oleh TNI ke tengah publik, setidaknya harus berstandarkan tata penulisan jurnalistik. Sehingga, informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih tepat sasaran dan dipahami, bukan hanya sebagai publikasi formalitas atau hanya sebatas laporan kegiatan dan/ atau press release saja.
Menyikapi hal itu, Redaksi Militer Post bekerjasama dengan Pendam (Penerangan Kodam) Jaya/ Jayakarta, mengadakan Pelatihan Dasar Editor (PDE), Rabu (20/11/2024) kemarin. Sekitar 50 personil jajaran Pendam Jaya, mulai dari tingkat Kodam, Korem, Kodim hingga Yonif dan Batalion, mengirimkan perwakilannya mengikuti PDE tersebut.
Kolonel Inf Deki Rayu Syah Putra, S.Sos, M.I.Pol selaku Kepala Pendam (Kapendam) Jaya/ Jayakarta, sangat mengapresiasi pelaksanaan PDE tersebut. Ia mengharapkan, PDE adalah langkah awal, untuk jajarannya dapat lebih profesional dalam melansir berita-berita setiap satuan dan memberikan nilai manfaat ketengah masyarakat, serta termasuk memberikan informasi lintas pimpinan dijajaran institusi Kodam Jaya.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih dengan Militer Post, yang tanpa pamrih dan tanpa adanya dibayar sedikit pun, berkenan memberikan ilmu kepada jajaran Pendam Jaya. Semoga kerjasama kemitraan ini berlanjut ke depannya dan akan ditindaklanjuti lagi dengan lebih baik lagi,” kata Kapendam Jaya, sebelum menutup pelaksanaan PDE tersebut.

Sementara itu, Rico AU Dato Panglima selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Militer Post dan pemateri tunggal dalam PDE itu menjelaskan, bahwa PDE hanyalah permulaan untuk merapikan pola penulisan jajaran Pendam Jaya/ Jayakarta, sehingga baik berita yang dilansir maupun press release yang disebarkan ke media-media mitra TNI, dapat lebih rapi dan sesuai dengan kaedah penulisan jurnalistik.
“PDE baru awal. Maka, ke depannya pula akan ada pelatihan simultan dan masif terkait kemampuan editor bagi jajaran Kodam Jaya. Karena, dengan jumlah peserta 50 personil dan keterbatasan waktu, sangat dimungkinkan tidak maksimal,” kata Rico AU Dato Panglima.
“Jadi, saya juga akan mengusulkan kepada Kapendam Jaya, agar dibentuk pelatihan lanjutan, seperti Pelatihan Editor 1 (PE 1) hingga seterusnya. Setiap kelompok yang PE, hanya dapat diikuti untuk 10 orang saja, sehingga lebih efesien, efektif dan intensif dalam melakukan pelatihan,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia juga mengharapkan, PDE dapat dilakukan di Kodam-Kodam seluruh Indonesia dan termasuk jajaran penerangan 2 matra TNI lainnya, yakni TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut.

Pada kesempatan yang sama, Ossie Gumanti selaku Pimpinan Bhayangkara Utama didampingi Elim Makalmai selaku Sekretaris Jenderal Lidik Krimsus RI, yang juga hadir dalam PDE tersebut mengatakan, bahwa terobosan Pendam Jaya/ Jayakarta dalam melakukan PDE bersama Militer adalah langkah maju dan sudah wajib dilakukan.
Hal itu katanya, mengingat saat ini TNI akan menjadi garda terdepan untuk mendukung pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Jenderal TNI (P) (HOR) Prabowo Subianto.
“TNI adalah garda terdepan di masa pemerintahan RI saat ini. Karena, dengan latarbelakang Presiden RI (Prabowo Subianto) dari TNI, itu artinya TNI harus mampu menunjukkan kepada publik, untuk bisa melakukan kerja-kerja hebat ke depannya. Itu artinya, publikasi TNI harus benar-benar aktif, terukur dan sesuai dengan kaedah jurnalistik serta informatif sebagaimana media massa umumnya,” papar Ossie Gumanti. (Red MP)


















