banner 728x250

TNI Wajib Terbebas dari Cawe-Cawe Politik: Jiwa Korsa Benteng Negara!

  • Share
Kolase, dari kanan: Rico AU Militer Post dan Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Diolah dari berbagai sumber)
banner 468x60

Ketika Jenderal (HOR) (Purn) H. Prabowo Subianto terpilih jadi Presiden Republik Indonesia, itu artinya TNI sudah menjadi front kekuatan pemerintahan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Example 300x600

Tidak bisa dipungkiri, ketika seorang prajurit TNI memiliki jiwa korsa, yang mana Prabowo juga seorang prajurit TNI tulen, tentunya ia juga memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi terhadap bangsa dan negara, termasuk institusi/ organisasi (TNI.red), yang mendidiknya hingga menjadi seorang jenderal dan pemimpin. Maka dari itu, TNI akan ia libatkan dalam hal-hal strategis, untuk mencapai tujuannya memakmurkan dan mensejahterakan Indonesia.

 

Untuk diketahui, jiwa korsa, yang berasal dari bahasa Prancis ‘esprit de corps’, diartikan sebagai semangat kebersamaan, persatuan, dan solidaritas dalam suatu kelompok atau organisasi. Konsep ini menekankan perasaan memiliki dan tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan bersama.

 

Oleh sebab itu, TNI tidak boleh dirusak oleh cawe-cawe (Artinya: ikut membantu mengerjakan; membereskan, merampungkan; ikut menangani) politik pihak-pihak yang terpengaruh oleh haluan politik yang berlawanan dengan pemerintahan yang sah.

 

Baca> Mutasi 237 Pati, Panglima TNI: Perkuat Organisasi!

 

Maka, tindakan Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Panglima TNI memutasi 237 orang Pati (Perwira TNI), adalah langkah yang diyakini sebagai proteksi/ perlindungan organisasi TNI, agar tidak ‘masuk angin’ alias disusupi oleh kepentingan politik absurd (Artinya: sesuatu yang tidak masuk akal, mustahil, atau bertentangan dengan logika), dari pihak-pihak yang tidak mampu mencerdaskan diri dengan wawasan kebangsaannya.

 

Kita sama-sama mengetahui, TNI selain sebagai garda terdepan pertahanan teritorial NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), juga benteng terakhir untuk mengantisipasi caos-nya politik Republik Indonesia. Sehingga, menyikapi kondisi saat ini, para pimpinan TNI harus benar-benar jeli membedakan siapa kawan dan siapa lawan dilingkungannya, serta mengantisipasi tumbuh dan berkembangkan penyusup dari dalam. (*)


*). Oleh: Rico Adi Utama | Rico AU Militer Post

Pemimpin Redaksi Militer Post

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *