banner 728x250

TNI Percepat Operasi Kemanusiaan: Ratusan Ton Bantuan Terbang ke Sumatera

  • Share
Tampak seorang prajurit TNI sedang berkoordinasi untuk pemuatan dan distribusi bantuan bencana alam ke Sumatera, di Lanud Halim Perdana Kusuma. (Foto: Puspen TNI)
banner 468x60

Jaktim – Militer Post | Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, didampingi unsur Dinas Penerangan Angkatan (Dispenad), menyampaikan perkembangan terbaru operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (4/12/2025) tadi siang.

 

Example 300x600

Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) kepada Militer Post menjelaskan, bahwa sesuai instruksi Panglima TNI, sebagai tindak lanjut perintah Presiden RI, seluruh matra TNI dikerahkan secara cepat, responsif, dan terukur untuk penyelamatan, evakuasi, pemulihan layanan dasar, hingga distribusi logistik.

 

Katanya, Kapuspen TNI memastikan bahwa update penanganan bencana akan diberikan setiap hari agar media memperoleh informasi yang aktual dan faktual. TNI juga terus menerima laporan masyarakat mengenai wilayah yang belum tersentuh bantuan maupun masih kekurangan suplai logistik. Seluruh laporan ini menjadi bahan perencanaan harian dan evaluasi di lapangan.

 

“Hingga hari ini, total 30.151 personel TNI telah dilibatkan, terdiri dari 11.143 personel di Aceh, 11.737 di Sumatera Utara, dan 6.664 di Sumatera Barat. Alutsista yang dikerahkan meliputi 15 pesawat angkut, 26 helikopter, 7 KRI yang terdiri dari 2 KRI rumah sakit dan 5 KRI logistik, serta 1 Kapal ADRI. Total bantuan yang telah didistribusikan melalui udara mencapai 199,48 ton dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju pangkalan aju di Medan, Sibolga, Banda Aceh, Lhokseumawe, Rimbili, dan Padang,” jelas Kapuspen TNI.

 

Menanggapi pemberitaan terkait logistik yang sempat tercecer saat dropping udara, Kapuspen TNI menegaskan bahwa keselamatan masyarakat di bawah, keselamatan pilot dan kru, serta kondisi alutsista tetap menjadi prioritas.

 

“Faktor medan bencana seperti kabel melintang, kontur tanah tidak stabil, kemiringan lereng, menjadi pertimbangan teknis pilot dalam menentukan metode penyaluran. TNI terus melakukan evaluasi agar distribusi berikutnya semakin optimal,” beber Kapuspen TNI.

 

Di akhir keterangan, Kapuspen TNI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergotong-royong membantu saudara-saudara di Sumatera. TNI juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan di lapangan.

 

Katanya lagi, TNI tetap membuka ruang masukan sebagai komitmen mempercepat dan meningkatkan penanganan bencana bagi rakyat. (Ahmad Rohanda/ Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *