banner 728x250

Terbongkar! Ada upaya membenturkan Dua Institusi: Prajurit TNI dituduh Provokator Unjuk Rasa Agustus 2025?

  • Share
Dari kiri: Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah dan Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.IK (Karo Penmas Mabes Polri), saat press conference di Mabes TNI. (Foto: Puspen TNI)
banner 468x60

Jakarta – Militer Post | Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah selaku Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Kapuspen TNI), memberikan klarifikasi sekaligus konferensi pers di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025) kemarin, terkait beredarnya sejumlah berita dan konten hoax yang menuding prajurit TNI sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa Agustus 2025 (25-31 Agustus 2025).

 

Example 300x600

Sebagaimana press release resmi Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) kepada Militer Post, bahwa berita framing menyesatkan yang menyebut personel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ditangkap saat aksi unjuk rasa di Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025, menjadi salah satu isu hoax yang sengaja digoreng untuk menyudutkan institusi TNI. Isu itu, kata Kapuspen TNI, dengan cepat menyebar di berbagai kanal media sosial dan memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

 

Lebih lanjut Puspen TNI menjelaskan, selain itu; turut beredar pula video viral Pratu Handika Novaldo, prajurit TNI yang diamankan Brimob Polda Sumsel saat kerusuhan di DPRD Sumsel, Minggu (31/8/2025). Tidak sampai disana saja, juga terjadi kabar bohong, bahwa seorang pria di Sumatera Utara (Sumut) yang mengaku sebagai anggota TNI dan dituding provokator demo.

 

Lebih parahnya lagi, jelas Puspen TNI, ada pula pemberitaan palsu di Ternate mengenai pemuda yang ditangkap dengan tuduhan sebagai prajurit TNI penghasut kerusuhan, hingga video seorang pria yang mengaku diperintah anak anggota TNI untuk menyerang Markas Brimob Cikeas.

 

Menanggapi berbagai isu tersebut, Kapuspen TNI dengan tegas menyampaikan, bahwa informasi yang beredar tersebut hanyalah kabar bohong yang digiring dengan narasi menyesatkan, sehingga perlu diluruskan kepada publik.

 

“Karena berkaitan dengan beredarnya foto, video maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan, yang sebenarnya sudah saya sampaikan 5 hari yang lalu, bahwa itu hoax, tidak benar,” kata Freddy Ardianzah.

 

“TNI sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk meredam potensi dampak buruk dari hoax tersebut. Menurut saya, isu semacam ini sengaja digiring untuk memecah belah soliditas aparat maupun relasi dengan masyarakat,” bebernya.

 

“Sejak bergulirnya kejadian-kejadian ini, TNI intens melakukan koordinasi terkait dengan permasalahan ini. Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar, dan itu otomatis akan memecah-belah persatuan-kesatuan bangsa,” ulasnya.

 

“Saya memastikan hubungan TNI-Polri tetap solid dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional. Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini, TNI-Polri itu solid dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta akan terus bersinergi untuk menciptakan rasa aman tertib dan kondusif,” pungkas Freddy Ardianzah. (Ahmad Rohanda/ Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *