banner 728x250

Operasi Amfibi TNI-ADF di Pantai Banongan

  • Share
Tank yang digunakan dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)
banner 468x60

Situbondo – Militer Post | Serangan dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang berhasil melumpuhkan artileri pertahanan udara musuh, menandai dimulainya Operasi Gabungan Amfibi. Operasi itu dilaksanakan oleh 300 pasukan pendarat gabungan yang terdiri dari Pasukan Amfibi Marinir TNI AL dan Pasukan 1st Combat Ground Infantry Battalion Angkatan Darat Australia.

 

Example 300x600

Operasi Amfibi itu merupakan salah satu rangkaian puncak dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024 antara TNI dan Australian Defense Force (ADF), yang digelar di Pantai Banongan, Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Rabu (13/11/2024) kemarin.

Pasukan TNI tiba di pantai, dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

Dalam keterangan persnya dihadapan awak media, Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, SE, MM, M.Tr (Han), Komandan Kodiklatal dan juga selaku Direktur Latihan Keris Woomera 2024 menyampaikan, bahwa Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024 itu merupakan latihan militer bilateral terbesar antara TNI dan Angkatan Bersenjata Australia, yang melibatkan sekitar 3000 personel.

Pasukan ADF tiba di pantai, dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

“Tujuan dari latihan bersama ini, yakni untuk menyamakan teknik dan prosedur dari Operasi Gabungan Amfibi yang dimiliki oleh kedua angkatan bersenjata, dalam hal ini dari Korps Marinir TNI AL dan ADF,” ungkap Nur Alamsyah.

Tampak Pasukan TNI dan ADF mengatur strategi dalam operasi Amfibi, saat Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

“Saya sangat bangga melihat prajurit berlatih bersama, bahu membahu meyelesaikan seluruh rangkaian latihan ini. Semoga latihan ini akan dapat dilaksanakan di tahun tahun mendatang untuk memupuk kebersamaan utamanya untuk menjaga stabilitas di kawasan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Panglima Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Australia Vice Admiral Justin Jones, AO, CSC mengungkapkan, bahwa apa yang disaksikan oleh rekan-rekan media hari itu, merupakan salah satu dari bentuk latihan peperangan yang begitu kompleks, yakni peperangan amfibi yang melibatkan berbagai unsur.

Mode menyerang Operasi Amfibi, dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

“Saya sangat terkesan dan melihat perkembangan yang signifikan dari demonstrasi kemampuan militer tiga matra antar kedua Angkatan Bersenjata dalam latihan gabungan ini,” kata Vice Admiral Justin Jones.

 

Untuk diketahui, adapun beberapa Alutsista yang terlibat dalam Latihan Gabungan Operasi Amfibi itu, yakni: KRI Makassar-590 dari Satuan Kapal Amfibi dan KRI RE Martadinata-331 dari Satuan Kapal Eskorta TNI Angkatan Laut serta dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara.

Helikopter yang digunakan untuk Operasi Amfibi dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

Sedangkan, Alutsisa milik ADF yang dilibatkan antara lain dua Kapal Perang Angkatan Laut Australia, yakni: HMAS Adelaide dan HMAS Stuart, Helikopter serbu MI-17, Heli Apache AH-64E, Heli Panther serta tank M1A1 Abrams milik Angkatan Darat Australia.

Pasukan TNI dan ADF bersiap menyasar pantai dalam Operasi Amfibi, saat Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024. (Foto: Puspen TNI)

Selain Latihan Gabungan Operasi Amfibi, latihan itu juga melaksanakan pula latihan puncak lainnya seperti latihan Operasi Gabungan Evakuasi Warga Sipil atau Non-combatant Evacuation Operations (NEO) dan Latihan Penembakan Munisi Tajam Terintegrasi atau Combined Joint Live Fire Exercise/ CALFEX. (Ahmad Rohanda)

Autentikasi: Kolonel Cba Tedi Rudianto (Kabidpeninter Puspen TNI)

Editor: Redaksi Militer Post

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *