banner 728x250

Dihadapan 187 Pasis, Kasau Bahas Strategi Pertahanan Udara Untuk IKN

  • Share
Kasau, saat memberika kuiah umum pada Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dikreg Sesko TNI) Angkatan ke LII Tahun Ajaran 2024, di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI. (Foto: Dispenau)
banner 468x60

Bandung – Militer Post | Marsekal TNI Tonny Harjono, SE, MM selaku Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), menekankan urgensi penguatan pertahanan udara nasional di tengah transformasi strategis akibat pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

 

Example 300x600

Pernyataan itu ia sampaikan dalam kuliah umum bertemakan: Dampak Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) terhadap Strategi Pertahanan Udara Nasional, dihadapan 187 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dikreg Sesko TNI) Angkatan ke LII Tahun Ajaran 2024, di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/11/2024) kemarin.

 

Ia menjelaskan, bahwa IKN bukan sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga pusat gravitasi strategis Indonesia. Katanya lagi, IKN adalah simbol visi masa depan bangsa yang mengharuskan kehadiran sistem pertahanan udara modern, adaptif, dan terintegrasi.

 

“Saya menggarisbawahi, pentingnya penerapan sistem pertahanan udara berlapis (layered air defense) untuk melindungi wilayah IKN. Sistem ini mencakup teknologi radar canggih, jaringan satelit, drone dan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi dini dan pengambilan keputusan berbasis data. Penggunaan teknologi ini akan memperkuat daya respons TNI AU terhadap ancaman multidimensi,” beber Kasau.

 

Lebih lanjut ia menerangkan, selain aspek teknologi, Ia juga menyoroti perlunya sinergi antar Matra (TNI AU, TNI AD, TNI AL) melalui operasi gabungan dan sistem komando terpadu guna menghadapi tantangan geopolitik serta ancaman asimetris. Ia juga mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki wawasan global dan mampu memberikan solusi strategis bagi pertahanan negara.

 

“Dinamika global dan regional yang semakin kompleks membutuhkan kepemimpinan visioner yang mampu merancang kebijakan strategis berbasis evaluasi komprehensif,” tegasnya.

 

Kuliah umum itu ditutup dengan sesi diskusi interaktif, dimana para Pasis menggali lebih dalam kebijakan strategis TNI AU, termasuk upaya mitigasi ancaman lintas udara di kawasan IKN.

 

Melalui pembekalan tersebut, ia mengharapkan para Pasis tidak hanya memahami urgensi modernisasi pertahanan udara, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan strategi pertahanan jangka panjang yang relevan dengan kebutuhan bangsa. (Rel)


Autentikasi: Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara

Editor: Redaksi Militer Post

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *