Padang – Militer Post | Novfitra Zen, Campaign and Publication Manager (CPM) POLEGINS (Political and Legal Istitute), mendukung TNI dan Polri mencegah tawuran di Sumatera Barat (Sumbar) yang makin merebak, akhir-akhir ini.
“Tawuran di Sumbar ini, khususnya di Kota Padang sudah makin merebak. Sering sekali terjadi ya. Terutama di malam Minggu. Jadi, wajar saja Polri dalam mengurai massa tawuran, harus bertindak tegas dan terukur dilapangan,” kata Novfitra Zen, Sabtu (6/7/2024).
“Sebenarnya pemerintah, terutama melalui dinas sosial, dinas pemberdayaan masyarakat dan dinas pendidikan, harus benar-benar juga proaktif mencegah tawuran ini. Dan, TNI-Polri hanya menguatkan saja lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Novfitra Zen mengungkapkan, bahwa menyinggung kasus kematian Afif Maulana (13), yang baru-baru ini viral, janganlah menjadikan Polisi sebagai objek yang dipersalahkan. Sebab, katanya, Polisi hanya menjalakan tugas Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), dengan mencegah korban dampak dari tawuran.
“Ya, Polisi mencegah dampak tawuran itu adalah memastikan rasa aman dan terwujudnya Harkamtibmas ditengah masyarakat Sumbar. Jangan, mencari kambing hitam yang akan dipersalahkan, ingat penyebab kematian Afif Maulana adalah karena adanya dugaan tawuran yang akan berlansung di jembatan Kuranji Padang,” ungkapnya.
“Nah, saya memang melihat dugaan-dugaan liar bersileweran di media massa dan media sosial dan mempersalahkan Polisi. Tetapi, reaksi itu berlebihan sekali saya lihat. Mencari keadilan itu silahkan saja, tetapi jangan pula menghakimi sesuatu dan seseorang atau sekelompok ora ng, yang belum jelas kebenarannya dan masih pula menduga-duga. Karena, setahu saya, tindakan dan perbuatan yang berlebih-lebihan itu tidak baik. Sekali lagi, bersama kita berharap, mari dukung TNI-Polri wujudkan Harkamtibmas di Sumbar,” pungkasnya. (Rico AU Dato Panglima)


















