banner 728x250

Seirama dengan Ketum Lidik Krimsus RI, Kapolda Kalbar Komitmen Berantas PETI di Wilkumnya!

  • Share
Kolase, dari kiri: Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno dan Ossie Gumanti. (Foto: Diolah dari berbagai sumber)
banner 468x60

Pontianak – Militer Post | Setelah tersiarnya berita, bahwa Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lidik Krimsus RI, Ossie Gumanti, langsung ‘turun gunung’ menyikapi adanya beberapa laporan masyarakat tentang maraknya PETI (Penambangan Tanpa Ijin) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, SH, S.IK, MM, MH, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalbar dan  saat ini sudah dipindahtugaskan ke Divisi Humas (Divhumas) Mabes Polri, mengirimkan link berita ke Militer Post tentang sikap Kapolda Kalbar terkait PETI tersebut, Minggu (4/1/2026).

 

Example 300x600

Baca>> PETI Marak di Kalbar, Ketum Lidik Krimsus RI ‘Turun Gunung’: Penindakan APH Minim?

 

Dalam pemberitaan itu, bahwa dengan tegas disebutkan Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.IK, SH, MH selaku Kapolda Kalbar, sudah menjadikan program dan komitmennya dalam memberantas dan menertibkan pelaku-pelaku aktivitas ilegal di Wilayah Hukum (Wilkum)/ Kalbar, yang ia pimpin.

 

Baca juga>> DPW Kalbar Dukung Penuh Program Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K, M.H berantas Aktivitas Ilegal di Kalbar

 

Sementara itu, pada pemberitaan Militer Post sebelumnya, Ossie Gumanti menyebutkan, bahwa Kalbar selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak praktik tambang ilegal, khususnya tambang emas tanpa izin yang beroperasi di kawasan hulu sungai, hutan, dan wilayah pemukiman.

 

“Dampak PETI tidak hanya merusak lingkungan dan mencemari sumber air, tetapi juga memicu konflik sosial, merugikan negara, serta memperlemah wibawa hukum di mata masyarakat,” ungkap Ossie Gumanti, melalui keterangan resminya kepada Militer Post, (Jum’at/2/2026) kemarin. (Delta Team)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *