banner 728x250

Penanganan Ancaman Bom Lanud Sultan Hasanuddin

  • Share
Kolase, dari kiri: Tampak pasukan TNI AU sedang memeriksa keamanan pesawat dan seorang penjinak bom sedang melakukan evakuasi bom, dalam latihan penanganan ancaman bom di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin. (Foto: Pen Lanud Sultan Hasanuddin)
banner 468x60

Makassar – Militer Post | Dalam rangka pelaksanaan manuver lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Tahun Anggaran 2025, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kemampuan satuan dalam merespons insiden berisiko tinggi di lingkungan penerbangan militer maupun sipil, Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menggelar latihan penanganan ancaman bom di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (20/11/2025) kemarin.

 

Example 300x600

Melalui press release resmi Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) kepada Militer Post menjelaskan, latihan dimulai dengan skenario ancaman yang diterima PT Angkasa Pura Indonesia melalui sambungan telepon dari pihak tidak dikenal mengenai keberadaan bom pada pesawat komersial yang sedang terbang dari Manila menuju Denpasar.

 

Informasi tersebut segera diteruskan kepada Komandan Lanud Sultan Hasanuddin serta petugas ATC MATSC, untuk diambil langkah penanganan sesuai prosedur tetap penanggulangan ancaman bom.

 

Setelah pesawat diarahkan mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, rangkaian pengamanan yang terdiri dari VCP, Rantis Pasgat, Patroli Pomau, K-9, Hanlan, Ambulance, PK serta Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna mengawal pesawat menuju area isolasi.

 

Seluruh unsur kemudian bergerak cepat melaksanakan prosedur pengamanan, melakukan blokade area, serta mengevakuasi penumpang dan awak pesawat sesuai tugas masing-masing.

 

Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna selanjutnya melakukan deteksi, identifikasi, hingga pengamanan terhadap objek mencurigakan yang diduga sebagai bom, dan melaksanakan bomb disposal sesuai standar penanganan bahan peledak.

 

Terkait latihan itu, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han menegaskan, bahwa latihan itu dirancang untuk menguatkan sinergi lintas instansi, mempercepat respons, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai protokol.

 

“Ancaman teror, termasuk bom di pesawat, merupakan tantangan nyata bagi dunia penerbangan. Melalui latihan ini, kita memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya secara tepat sehingga mampu merespons cepat, tepat, dan efektif dalam kondisi darurat,” ujar Marsma Arifaini.

 

“Pelaksanaan latihan ini menjadi bukti komitmen Lanud Sultan Hasanuddin dalam menjaga kesiapsiagaan, profesionalisme, serta meningkatkan interoperabilitas antarsatuan dalam menghadapi potensi ancaman yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan dan keamanan wilayah udara nasional,” imbuhnya.

 

Turut hadir menyaksikan secara langsung jalannya manuver lapangan ini antara lain Danpuslat Kodiklat TNI, Kaskodau II, Irkodau II, para pejabat Kodiklat TNI, serta segenap Komandan Lanud Tipe A. (Ahmad Rohanda/ Pen Lanud Sultan Hasanuddin)

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *