banner 728x250

Malam Budaya ADF dan TNI Ditengah Latgabma Keris Woomera, Dankodiklat Beberkan Hal ini

  • Share
Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah, menunjukkan salah-satu karya seni Indonesia kepada Vice Admiral Justin Jones di Malam Budaya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera tahun 2024. (Foto: Puspen TNI)
banner 468x60

Banyuwangi – Militer Post | Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah, Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) TNI dan selaku Direktur Latihan (Dirlat), menggelar Malam Budaya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera tahun 2024 antara petinggi TNI dan Australian Defence Force (ADF) di Omah Mojopahit Cafe dan Resto Banyuwangi, belum lama ini.

 

Example 300x600

Dalam sambutannya, Dankodiklatal menyampaikan terima kasih kepada Chief of Joint Operations Command (CJOC) Vice Admiral Justin Jones atas terselenggaranya Latgabma Keris Woomera. Hal itu, katanya, sebagai bukti nyata kerjasama erat antara TNI dan ADF dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

 

Untuk diketahui, Latgabma Keris Woomera merupakan pengembangan dari Latihan Indo Pasific Endevour (IPE) yang sebelumnya hanya melibatkan TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) dengan materi latihan port visit.

Malam Budaya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera tahun 2024. (Foto: Puspen TNI)

Namun, seiring perkembangan situasi, TNI dan ADF menyepakati perubahan konsep latihan yang meliputi Combine Joint Force Entry Operation, Non-Combatant Evacuation Operation, dan Combine Joint Live Fire Exercise.

 

Latgabma Keris Woomera 2024 yang berlangsung hingga 17 November 2024 tersebut, diharapkan Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah dapat memperkuat kemitraan dan kerja sama antara TNI dan ADF.

 

“Latgabma ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para prajurit TNI dan ADF tentang kemampuan operasional militer kedua negara, serta meningkatkan kemampuan operasi amfibi,” bebernya.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Latgabma Keris Woomera juga akan memberikan kesempatan bagi para prajurit TNI dan ADF untuk memahami teori tentang teknik dan prosedur dalam operasi amfibi kedua negara, memahami teori dan taktik pelaksanaan operasi evakuasi medis (Operational Health Unit), serta mampu merencanakan dan melaksanakan misi operasi amfibi gabungan (Joint Amphibious Operation).

 

“Saya berharap acara malam budaya ini dapat mempererat persahabatan antara TNI dan ADF, serta meningkatkan semangat para prajurit dalam menyelesaikan semua materi latihan dengan sebaik -baiknya. Keberhasilan Latgabma Keris Woomera merupakan cerminan dari komitmen bersama untuk menciptakan kawasan yang aman dan stabil,” pungkas Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah. (Ahmad Rohanda)


Autentikasi: Kolonel Cba Tedi Rudianto (Kabidpeninter Puspen TNI)

Editor: Redaksi Militer Post

banner 325x300
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *